Wednesday, March 4, 2015

Warren Buffett punya Bearish Market Indicator, apa saja?

Tak asing dengan orang ini? Warren Buffett.

  1. Warren Buffet
Warren Buffet


Foto di atas adalah foto Warren Buffett, investor legendaris yang masih hidup hingga saat ini.
Jika anda mengenal Warren Buffett, pasti andapun akan sangat familiar dengan strategi investasinya yang sangat sederhana dan konservatif. Strategi yang digunakan Warren Buffett ini lah akhirnya yang mengantarkannya sebagai salah satu orang terkaya dunia hingga saat ini.
Resep investasi Warren Buffett ini mungkin sudah banyak investor yang tahu. Tapi bagaimana dengan strategi untuk menentukan kapan harus keluar dari market? Apa yang terkadang membuat Buffett menjadi bearish terhadap market?
Ternyata Warren Buffett menciptakan indikatornya sendiri dalam menilai apakah market sudah over bullish atau tidak. Indikator tersebut sebenarnya hanyalah rangkuman dari beberapa fenomena yang terjadi di pasar.

Apa Warren Buffet “BEARISH” Indicator?

  1. Rata-rata kenaikan harga saham pada saat hari pertama IPO di sekitar 18%, bahkan hal ini terjadi pada saham yang tidak mencatatkan laba sekalipun. Ini pertanda bahwa market sedang over bullish dan mulai tidak rasional.
  2. Margin laba dari perusahaan-perusaahaan yang terdaftar di bursa berada di level tertingginya. Cukup masuk akal, mengingat jika profitabilitas perusahaan sedang tinggi-tingginya, maka ini akan mengundang pemain baru masuk dan persaingan mulai ketat dan akhirnya margin mulai turun.
  3. Komposisi saham di portofolio investasi investor individu telah mencapai titik tertinggi dari level 2007, yakni di 66.9%. Data ini tentu cukup susah untuk didapat karena mengandalkan survei dari para investor individu.
  4. Investor menggunakan leverage (utang) untuk berinvestasi, dimana level leverage ini tertinggi sejak economy bubble yang paling terakhir. Jika bunga leverage yang ditawarkan juga mencetak tekor tertinggi, ini juga sangat bahaya.
  5. Cyclically adjusted PE ratio  jauh di atas rata-rata 5 tahun.
  6. Investor kakap lainnya seperti Jeremy Grantham, Wally Weitz, Donald Yacktman, Steven Romick, dan Seth Klarman mulai mengumpulkan uang cash dalam jumlah besar.
  7. Perkenomian US yang tumbuh lambat. 
Satu lagi indikator unik yang dipakai Warren Buffett dalam mengukur kondisi market saat ini. Warren Buffett seringkali juga membandingkan market cap saham-saham yang terdaftar di bursa atau indeks tertentu dengan Gross National Product (GNP) suatu negara.
Jangan sampai tertukar dengan Gross Domestic Product (GDP/Produk Domestik Bruto). GNP adalah total barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara, dimana pun mereka tinggal (di dalam atau di luar negri).
Buffett mengamati ketika 1999 lalu, bahwa rasio ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Buffett menggunakan maket cap indeks S&P 500 sebagai acuan.

Lalu bagaimana dengan kondisi saat ini?

rasio SP500-GNP
Ternyata saat ini rasio ini berada di level 140%, sama dengan level 2008 silam. Jelas ini mengakatan bahwa market US tidak murah.
Anda pun dapat membuat indikator anda sendiri yang dirasa cocok dengan kondisi market Indonesia. Perlu juga dipahami, bahwa tidak semua indikator Warren Buffett ini dapat dipakai dan tersedia di Indonesia.

source :Indoalpha

No comments:

Post a Comment