Saturday, January 17, 2015

Kekhawatiran di awal tahun 2015 Catatan Jonathan Agra Karu Karu

by : Jonathan Agra Karo Karo

Awal tahun umumnya diindentikan dengan optimisme dan resolusi yang baru, namun hal yang sama tidak kami lihat di IHSG dan beberapa indikator ekonomi Indonesia, seperti kita ketahui saat ini IHSG sudah berada di kisaran tertingginya, namun kenaikan tersebut tidak didukung dengan adanya inflow dana asing atau data ekonomi yang menopang pertumbuhan.
IHSG HM
Jika kita amati grafik di atas kita dapat melihat adanya perbedaan sangat besar pada kondisi IHSG dan Foreign Flow pada saat IHSG berada di level tertingginya bulan September lalu, dimana kenaikan dimotori oleh terus masuknya dana asing ke bursa kita.
Dan setelah itu Asing terus melakukan profit taking dan dapat terlihat dari indikator foreign flow yang terus turun, namun dalam beberapa minggu terakhir IHSG terus naik dimotori oleh aksi window dressing di akhir tahun kemarin, namun seperti kita lihat kenaikan tersebut tidak didukung dengan kembalinya dana asing.
Sejarah membuktikan kenaikan seperti ini merupakan kenaikan yang sangat berbahaya, dan dapat berubah arah secara tiba tiba, koreksi besar selam 2 hari yang terjadi di pertengahan desember lalu kemungkinan akan dapat terulang dalam beberapa bulan kedepan.
Melihat kondisi terakhir kami menyarankan untuk melakukan penjualan terlebih dahulu, karena risk dan reward IHSG tidak menarik dalam kondisi saat ini. Kami percaya IHSG di 5000 adalah target koreksi yang cukup ideal dalam jangka pendek ini.

IHSG HM

Minggu pertama perdaganan tahun 2015 ini belum menunjukan adanya perbaikan terhadap outlook IHSG, seperti kita lihat dalam grafik di atas IHSG saat ini berada di kisaran tertingginya sepanjang sejarah mendekati level 5.250, namun meskipun demikian pergerakan harian, dan terus keluarnya dana asing tidak memberikan indikasi IHSG akan memiliki power yang cukup untuk menembus resisten 5.250 dalam waktu dekat.
Sebaliknya potensi koreksi IHSG bahkan terlihat jauh lebih besar terutama jika dilihat dari sisi Foreign Flow. Dalam grafik di atas kita dapat melihat bahwa level tertinggi IHSG sebelumnya terjadi pada tangga 9 September 2014, pada saat itu IHSG juga berada di kisaran 5.250,  setelah 4 bulan IHSG kembali ke level tersebut, namun dalam periode yang sama dana asing terlihat sudah keluar sebesar 17.5 Triliyun, dengan kata lain asing sudah mulai melakukan aksi profit taking dalam 4 bulan terakhir, bukan hanya berhasil melakukan penjualan besar investor asing juga berhasil melakukan penjualan di harga yang baik. terlihat dengan tidak turunnya IHSG dalam periode tersebut.
Sejauh ini kami melihat peluang berlanjutnya aksi profit taking di bursa masih cukup besar, terus bergeraknya sektor property dan ramainya pergerakan saham-saham third liner sementara asing melakukan penjualannya di saham-saham blue chip merupakan ciri-ciri periode di mana aksi profit taking asing sedang terjadi.
Selama aksi penjualan terus terjadi maka kecil kemungkinan IHSG akan memiliki tenaga untuk memulai rallynya tahun ini, di sisi lain semakin besar dana yang keluar maka fondasi IHSG akan semakin lemah, potensi kejatuhan IHSG akan terus bertambah dalam peiode tersebut.
Untuk minggu ini kondisi yang sama kemungkinan masih akan terjadi, saham-saham property dan third liner kemungkinan masih akan ramai diperdagankan, sementara IHSG sendiri kemungkinan akan bergerak mengikuti sentimen intermarket, dengan potensi mengalami koreksi terbatas dalam 1-2 hari kedepan.

No comments:

Post a Comment