Thursday, January 1, 2015

Busur Conversation

DARVAS BOX ILMU DARI BUDI SURYONO

ILMU dari salah seorang Legenda Trader Indonesia : Budi Suryono (Busur) tentang Entry dan Exit Strategy. 
DARVAS BOX – EXIT Strategy
Dear Pak Budi,
Tolong tanya apakah Pak Budi tidak keberatan untuk menjelaskan bagaimana exit strategy Bapak?
Apakah Pak Budi berpatokan bahwa kalau suatu saham sudah turun dari highest-nya sebanyak x%, maka Pak Budi akan melikuidasi posisi Anda? Atau menggunakan lowest dari pergerakan harga dalam beberapa hari setelah breakout sebagai batas untuk cut loss?
Terima kasih banyak ya Pak.
Best regards,
Thomas
Dear pak Thomas,
maaf sebelumnya,karena kesibukan,saya baru bisa membalas sekarang. yang bisa saya jelaskan mengenai exit sebagai berikut :
Exit prakteknya adalah 3 X lebih sulit dari entry,lebih rumit,banyak artnya,agak subyektif, perlu banyak2 latihan untuk supaya bisa cepat dan reflek menjalankannya tanpa nyesal apapun hasilnya.
1.       exit kalau loss, batasi loss 5-7% dari buying cost,bila mencapai angka tsb exit cepat,pengalaman saya saham yang turun  lebih dari5% lebih lama baliknya.exit dulu lebih mudah,perkara balik beli lagi gampang di higher price dan  probability sukses pembelian kedua-ke tiga untuk saham yang sama biasanya lebih baik.
2.     kalau sudah running profit di bawah 5 % just let it be, taking profit plan dibawah 5 % dengan risk 5-7% nggak make sense  kecuali situasi khusus (seperti general market is very bad)
3.    kalau lolos 5% profit ,mulai mikir bagaimana exitnya,ide nya adalah bukan sell at TOP, tapi catch easy and big part of the  up swing yang bisa dilakukan sbb :
 a. setelah lewat 5 % profit saham akan rally ,make new high every day,hold,sit tight, watch volatility  
     (Volatility yang saya maksud adalah [Highest of the day - lowest of the day]/lowest of the day ),  
     kalau volatility one day > 10 % siap2 exit:
   - kalau closing of the day kira2 deket high,bisa dijual besoknya (ada dua pilihan,kalau masih hijau 
      hold dulu,jual di siang atau menjelang penutupan, kalau merah jual langsung di paginya)
   -  kalau closing of the day kira2 setengah antara high- low of the day ,jual hari itu menjelang    

      market  closing
 b. Atau kalau selama rally nggak ada o
ne day volatility >10%, sell at new low (saya selalu buy on new  high kenapa nggak sell di new low?) sebagai trailing stop,tracking every day low sebagai trailing stop, kalau keesokan ketemu new low,jual di harga itu

Bagaimana kalau setelah kita jual,harga naik lagi? mungkin & sangat mungkin,nggak ada sistem yang perfect,tapi berdasar pengamatan saya risk reward sudah nggak seimbang dan dengan exit kondisi a atau b tsb sudah cukup optimum untuk menangkap short term swing.
Untuk contoh mudahnya kita ambil case BLTA ,mohon dibuka chartnya pak,(kalau nggak salah pak Thomas ikutan di BLTA ya?), di 22Nov'05 cross all time high di 1030 / (802 an stlh stock split ) (objectif) setelah form cup(agust-oct) & handlle (oct-nov) (intepretatif/subyektif),

Ingat kita orang bodoh, yang selalu buy di highest price (berbeda dengan sebagian besar player adalah orang pintar dengan strategy Buy Low Sell High) ,buy di highest di level tersebut dan beberapa hari kemudian turun,cut loss 5% di level 970 / (
760 an) dijual ke orang orang pintar yang bid di level tsb.
Again.. BLTA made all time high di 1040 di 27 Des'05,sekali lagi ingat kita orang bodoh ,always beli di highest dari orang pintar yang saat itu jualan di 1040 dan closing 1060 hari itu.Besoknya turun lagi,cut loss untuk dijual ke orang pintar? jangan dulu selama triger 5% cut loss belum kena sit tight.
BLTA dalam beberapa hari sideways sampai tanggal 9 jan'06 membentuk all time high 1070,sekali lagi ingat kita orang bodoh ,ada kesempatan kelihatan tambah bodoh ,yaitu nambah beli di highest dari orang pintar di 1070 ,besoknya BLTA explode , rally melewati 5% profit  ,tapi rule point a. yaitu volatilitas >10% kena, warning!!, besok saat nya exit (price 1160-1220).
atau jika anda kelewat di kesempatanpun inipun masih ada rule b. new low  terjadi di tanggal 16 jan06, dengan trailing stop previous low 1180 .  sell ke orang pintar langsung di bid 1170.still not bad exit strategy.
Kita lupakan BLTA?... tidak selama UPTREND ,BLTA tetap prospek,ada kesempatan untuk menujukkan kebodohan kita.tunggu di new high price...
Again...BLTA make new high di 6 Feb,beli di stupid price 1250,besoknya BLTA Rally,everyday make new high,tanggal 9feb'06 melewati 5% profit, tinggal menentukan kena rule a. atau b.,
besoknya rally kencang VOLATILITY tinggi>10%,kena rule a. closing dekat high,berarti sell besoknya (price 1500-1570)
,kalaupun ini lewat masih bisa pakai rule b. yang terjadi di Valentine day ,14 feb,dengan previous low sebagai trailing stop 1500,
sell langsung di bid ke orang pintar 1490,still not bad exit strategy.
Kita lupakan lagi BLTA? belum ,saya orang bodoh ini akan nunggu di highest pricenya yang saya nggak tahu kapan waktunya,mungkin 3bulan lagi,tiga tahun lagi..
atau mungkin nggak akan pernah beli karena BLTA tidak mampu membuat highestnya,karena BLTA sudah bangkrut.
Untuk back testing, belajar dari real trade yang sudah2, cheek lagi sistem exit berkali2 ini untuk winning stock yang diantaranya pernah saya rekomend
yaitu PGAS,ANTM,KLBF,AALI,APOL dll,atau saham yang mungkin yang pak Thomas pernah Explore

So....saya hanya memberi ide, PRnya tetap di pak Thomas yang saya yakin pasti melakukan modifikasi,contoh...bagaimana exitnya pakai short term MA? atau
strategy exit setelah kena 90% dari previous highestnya? kalau merasa cocok dengan itu nggak ada salahnya dipakai..
Saya sama sekali nggak keberatan exit strategy di ungkap ke publik secara luas,karena the biggest secret in trading adalah justru nggak ada secretnya.
Mayority player terlampau pintar untuk percaya dengan apa yang saya katakan,mereka akan tetap akan terus melakukan hal yang sama.Behavior Market financial dari
jaman rikiplik,jaman kuda gigit besi begitu-begitu aja. Wall Street never changes,the pockets change,the suckers change, the stocks change, but Wall Street never changes,because human nature never changes.
Selesaikah dengan entry exit kita kuasai? nggak sama sekali nggak...itu hanya menyelesaikan 40% persoalan,persoalan terbesar ada di Money Management dan psikology ,
dimana jebakannya jauh lebih banyak,yang dengan jujur saya juga masih belajar di area ini,karena orang dengan strategy entry exit persis sama, tapi salah satu menggunakan money management yang baik dan satu nggak,beda hasilnya adalah antara Bumi dan Langit.ini PR saya sendiri yang belum selesai..

untuk trading tip,(maaf kalau boleh saya tebak,pak Thomas waktu jual selalu kecepetan, baru untung sedikit kabur),kalau nggak tahan profit taking,ya sudah profit taking,tapi
sisakan 1lot atau 2lot untuk disiplin mengikuti exit rule diatas.Jaman sekarang sudah ada trading via internet,nggak perlu kontak via phone dengan broker,
jadi nggak usah gengsi main saham hanya 1-2 lot.yang penting LATIHAN DAN MEMBIASAKAN, bukan masalah P&L yang dibuat dan gunakan KACA MATA KUDA, dalam arti menganut
prinsip HEAR NO EVIL,SEE NO EVIL,SPEAK NO EVIL...jangan perhatikan news,jangan baca millis,jangan dengar analys market dari broker,koran,millis dan termasuk dari saya dan jangan
bicara posisi anda pada siapapun (Ini yang saya langgar sendiri,tapi saya punya reason tertentu untuk ini),Sekali lagi ingat kita orang bodo,yang judmentnya gampang terpengaruh dari luar.
HANYA KONSENTRASI PADA CHART DAN VOLUME PLUS WATCH THE TAPE/QUOTE DI SCREEN !!!!!.
Don't anticipate but always respons,when price goes to your triger level,honor it!!,act quickly without hesitate & thinking.
Saya jadi teringat orang yang berumur panjang di Sicilia,pada jaman Mafia merajalela dimana balas dendam & bunuh membunuh sudah turun menurun, ternyata siapa?..
Orang Buta,Tuli dan bisu sekaligus !
Maaf sebelumnya pak Thomas,karena selain pak Thomas, banyak yang nanya masalah ini,penjelasan akan saya CC ke MILLIS,mungkin berguna buat yang lain.  Kebanyakan nulis lama2 saya bisa beralih profesi. Sekali lagi saya nggak khawatir strategi saya dibaca jelas dan ditiru oleh market player lain,karena sebagian besar pelaku pasar (mungkin lebih 90%) adalah orang pintar yang gak bakalan mau beli di highest dan dari kecil di format/di brain wash untuk selalu bargain /menawar / beli di harga murah , punya kecerdasan & ego, always try to hide their mistake and always try to postpone/menunda punishment.  Sampai kiamat situasi ini juga nggak akan berubah karena human nature never changes.
Selalu ada kemungkinan mungkin di market ada yang 100% melakukan strategi yang berlawanan ,selalu coba buy di bottom dan sell short di highest price dan bisa berhasil, karena ybs orang pintar tahu persis apa yang dicari (setelah minum jamu tolak angin dulu tentunya).

Market demikian luas untuk menampung segala macam style...
Saya hanya orang bodo yang jumlahnya kurang dari 10% dari player,berusaha survive,menerapkan "Reverse Logic" kata si Mbah,counterintuitive strategy dan have Courage to be minority, selalu mencoba keluar dari kerumunan massa.
Always buy on high, buy on strength , sell on weakness (BOS & SOW , bukan sebaliknya BOW&SOS)..never try to sell at the top..always cut loss short and run..hold running profit..
never average down but always average up...never try to bargain,always hit offer when to buy and hit bid when to sell,'cause i'm a broker dreamer.
Mudah2an clear dengan jawaban saya dan membantu pak Thomas dalam selling decision.
salam semoga sukses and enjoy the game....





 
 
Ha..ha. belum pak, masih jauh level saya untuk sampai kesitu pak..
tapi yang pasti saya sudah mulai manage other people money.Saya 
bentuk model account (secara size kecil,sangat kecil awalnya,sayanamakan model account 
karena ada beberapa strategy money management yang saya implementasikan)
,
bukan atas nama saya sendiri (di E trading , yang nggak diurus
oleh pemiliknya (temen kantor),karena nyerah rugi melulu,hampir ditutup dan password diserah kan
ke saya untuk saya kelola mulai juni 2005 tahun lalu).
Seperti saya posting sebelumnya, saya masih belajar seperti pak Ridwan, terutama di money management / risk managementnya.

Di model account ini saya belajar sangat...sangat...banyak..mengenai arti risk/money
management ,emosi/psikology management yang saya bisa share kepada anda sbb :
Trading account tersebut perform dari juni05 ke mei06 sebesar 500% (ya grow 5 x, nggak salah ketik) dan mei 06 sd juli stand aside with hard cash karena ada big crash bulan mei, hal yang sama saya lakukan bulan agustus 05 lalu selama 2 bulanan).Saya mulai aktif lagi bulan agustus 06 dan ada satu peserta lain (temen kantor juga) ikutan di account tsb (utk selanjutnya saya sebut fund).

Dari agustus 06 sd awal Nov 06 fund sudah up 30% dan per kamis
minggu lalu praktis sudah liquidate semua dan untuk sementara saya freze,hal ini karena ada 7 (kemungkinanbisa lebih) peserta tambahan (lagi2 temen kantor) yang akanfunded efektif minggu i ni.Sejalan dengan fund ini juga ada temenlain yang paswordnya juga saya pegang danbaru jalan tiga bulan ini dengan size lebih besar namun performance sama,karena portofolionya copy persis dari  fund tsb.
* Manage uang orang jauh..jauh berbeda dengan manage uang sendiri,pressure 2-3 x lebih besar, i'm always under the spot, performance saya day by day dipelototin yg punya duit. saya harus design money  management rule sedemikian agar account ini survive&steady grow dengan drawdown seminim mungkin.
*Trading strategy/approach seperti yang saya posting sebelum2nya,dapat dikatakan bahwa decision buy/sell  purely dari technical.Modal saya hanya baca psikology pasar yangdireprensentasikan dengan mudah melalui chart dan volume + tape reading sebagai komplement utk konfirmasi
volume&timing namun saya ignore siapa yg beli/jual mau HD kek,YU,db,KZ atau Zainudin MZ ,saya nggak perduli.
News/rumors/inside informasi dan FA tidak pernah saya pakai untuk judgement buy/sell, kalaupun dapat informasi tsb akan saya konfirm ke chart/price/volume.
*initial trade strictly disiplin buy di breakout at new high/all time high untuk memastikan  trading di market yang uptrend (which is the odds are in my favour) dan fund steril dari average down (100% guaranted!!!),yang berlimpah ruah adalah averaging up trades.
*Taking loss secepat mungkin, hanya sedikit , satu duatrade/posisi yang kelewat lebih dari 10% dengan nilai absolute yang kecil.
*Profit taking in short term,tidak terlalu disiplin mengikuti pola formula tertentu, saya penah posting
 bahwa menentukan exit plan jauh lebih susah dari pada entry plan.
Saya coba solve issue ini dengan cara
try to honor every market event sbb : setiap saya merasa market
overblown,volatility one day meningkat
 i would sell some, market build a new low setelah beberapa hari made new high i would sell some,setiap ada opportinty sangat bagus untuk entry di saham lain sementara posisi sudah naik lumayan walaupun belum keluar
sell signal i will sell some, dll.Saya sangat terpengaruh oleh trading stylenya Jesse Livermore dan
Nicholas Darvas dimana entry nya boleh dikatakan sama persis namun
exitnya nggak.Saya gagal menjadi murid beliau2 itu ,sepanjang karir spekulasi di stock market saya hanya tahan di 2 - 3 Darvas' Boxes(spt Hexa&Enrg di thn 05 dan unsp thn06), selebihnya main di 1 box aja,seperti kutu loncat dari saham 1 ke saham lain.
 Saya menjadi korban kesalahan sendiri terlampau rajin exploring
opportunity melalui scanning chart setiap
> akhir hari dan melihat quote real time via internet (sesuatu hal
yang tidak dapat dilakukan Darvas ,karena
> technology saat itu belum ada), sehingga sulit konsentrasi (ini
kelemahan saya).
>
> Ini semua bukan karena saya pamer,bukan sama sekali
bukan,messagenya adalah saya hanya coba sharing dengan anda
> supaya proses belajar tidak terlalu memakan ongkos
(financialy/psychologically) adalah sbb:
> Hal yang menurut saya penting adalah sebagai berikut(daripada
nunggu buku yang belum tentu akan terbit :-p) ):
> -Pak Ridwan mungkin bertanya bagaimana dengan account saya
sendiri? well saya punya account di broker
> konvensional,yang manual,order lewat telepon yang sizenya jauh
lebih besar.Trading strategy dan portofoliobisa dikatakan persis sama,cut loss cepat,tapi performance
mengecewakan tidak sebesar fund saya,apa yang salah? Jawabannya simple,problem di risk/money management dan operational
risk.Saya mempunyai kelemahan yang cukup laten yaitu ada tendensi
overtrade dalam arti taking position yang terlampau besar di banding capital.Saya sangat dipercaya oleh
broker saya, berapapun leverage yang saya pakai mereka nggak pernah tegur(hal
ini karena taking loss saya yang sangat cepat ,nggak pernah nyusahin mereka).Hal ini merupakan backfiring,belum
lagi ditambah kesalahan/keterlambatan order,dan saya nggak tahu persis posisi dan avg cost saya setiap saat
(terima konfirmasi/statement baru besok paginya) Ringkasnya dari apa yang saya kemukakan diatas dapat disarikan
sbb:-Buy high sell higher strategy dengan initiate di new high /all
time high provide substantial return sepanjang aplly disiplin di MM dan terutama di cut lossnya.Anda kurang
disiplin di taking profitnya,masih tolerable,karena strategy ini
tidak menentang hukum alam,searah dengan trend(up trend).Sebagai
contoh saja hari ini breakout di BBRI,TLKM dan BHIT (untuk low cap)
dan kita beli saham tsb, habis itu kita coma selama 2-3bulan,bangun2
udah hampir pasti untung walaupun timing jualnya asal asalan.-Cut loss quikly is a essential key to boost our profit,kesempatan
switch mengoptimalkan capital resources kita.
 -Leverage/margin untuk main saham ada titik optimalnya,saya
sudah pengalaman under leverage sampai over leverage.Seperti
Ophium ,sedikit jadi obat, banyak mampus karena Over Dosis. Kejadian
diatas menyadarkan saya bahwa optimum leverage di saham adalah 2 x
lipat. Do u know what's thoughest things in the world? it's not
making money, but to keep our winning we already made.Di online
trade seperti ETRADING hal ini sangat memudahkan saya,dimana setiap
posisi segera ketahuan besar dan avg costnya,dan secara
otomatis/elektronis saya nggak bisa melebihi leverage yang di
set,jadi setiap ada opportinity trade,posisi leverage saya
mentok,saya harus jual posisi yang ada,entah profit taking atau
cutloss.Satu lagi advantage di online trading yaitu kita nggak perlu
contact verbal untuk order beli/jual (secara psikologis sangat
menguntungkan,karena di arena ini kita dengan mudah akan tampak
bodoh,baru satu hari beli udah harus cutloss) dan saya steril dari
opini broker, one bad call
can destroy ur account (belajar dari guru besar saya J L &
Darvas).Ini sebabnya saya selalu menganjurkan untuk temen2 yang baru
belajar stock trade,ongkos belajarnya jauh jauh lebih murah jika
menggunakan online/internet trade.
Saya tidak menganggap trading sistem saya terbaik,sama sekali
tidak ,karena ini masalah personal experience (Bayangkan jika semua
pelaku pasar berpikiran sama, hari ini saya nggak bisa beli
BBRI,BHIT dan TLKM,nggak ada yang mau jual karena semua berpikir shm
tsb naik!!)
Hal tersebut diatas sekaligus mematahkan anggapan bahwa untuk
menjadi winner harus mempunyai modal besar,pemodal retail selalu
kalah.Intinya bukan disitu,pemodal besar maupun kecil psikologinya
sama ,fear & greed, modal besar untung besar.rugi besar.Yang
terpenting adalah trading sistem,MM dan disiplin terhadap rule yang
diset/dibuat.Tidak kurang2 hedge fund yang bangkrut karena gagal di
risk managementnya ,walaupun pengelolanya udah jelas sangat pintar
(ada pemenang nobel economic) ,hall of the fame adalah LTCM dan
Amaranth (baru2 ini),bahkan guru besar saya Jesse Livermore juga
gagal di issue ini.
Saya pikir cukup sekian dulu pak Ridwan semoga membantu,dan
mohon jangan dipanggil Master, karena saya sebenarnya juga dalam
proses belajar seperti anda,lebih baik panggil saya orang bodo yang
berusaha untuk disipli omong2 kalau tulisan ini di jadikan buku baru dapat satu chapter
ya :-)
salam semoga sukses.
Nb. Mungkin ada temen2 yang masih sangsi,menganggap saya
boasting,oke untuk anda orang etrading, atau punya akses ke sana no.
accountnya adalah YP.0753, insial nama A S (kurang transparant apa
saya ini :-o ),
 Mungkin juga ada kritis bahwa timing beli saya selalu di harga
kemahalan akan mereduksi profit potential, dan cut loss yang cepat
dan sering akan membuat miskin, saya nggak bisa jawab,tapi the numbers tell it self.Anda nggak
bisa cut loss dengan cepat ,berarti belum tahu persis apa yg dicari.
Saya sering cutloss cepat ,ternyata saham tersebut rebound cross
previous highernya,dan saya melakukan buyback di highernya dengan
cepat tanpa ragu2 atau emosi karena(terakhir case bnga,untr,lpbn
tahun lalu)Mungkin ada yang kritis lainnya yang mengatakan bahwa sistem
saya hanya bekerja di bullish market.Saya hanya bisa menjawab ,lha
memang iya,saya justru menghindari bearish,kalau tahu bearish
ngapain go long? Apapun methodenya entah trading/atau invest kalau
main long di market bearish berapapun avg costnya ,value pasti
turun,atau nggak naik2. Tanda2 bearish simple, posisi saya merah
semua, yang harus saya cutloss dan benar2 nggak ada prospek,itu
artinya simpan uang di deposito dan liburan panjang. A good
Trader,good gambler,investor or bussinesman at any field has to know
when to stop.it's essential key for long term survival, kata JL only
sucker class will trade all the time.Seperti petani, musim cabe
tanam cabe,musim semangka tanam semangka dan musim sirih tanam
sirih,jangan kebalik balik ,musim semangka tanam sirih,nanti seperti
om Broery bilang munculnya semangka berdaun sirih, kagak bisa
dimakan dan kagak bisa dijual.

No comments:

Post a Comment