Thursday, August 21, 2014

Efek Jokowi, Penguatan Rupiah dan Saham Sektor mana yang diuntungkan

 Wawancara arah IHSG dengan dedek Prabowi• Arah index minggu depan kemana dik? IHSG diperkirakan akan bergerak di range yang lebih tinggi dari minggu ini bahkan bermain diatas all time high 5.250 (range support 5.195 dan resistance 5.300).
• Mungkin minggu depan trader dan investor masih bisa menikmati kenaikan IHSG diatas 5.250 dengan resistance 5,350-5.400 sebagai daerah untuk jual atau take profit
• Target fundamental dan valuasi IHSG? Secara valuasi PER 2014 IHSG masih berada di kisaran 16x, target fundamental akhir tahun IHSG berada di 5.800 dengan PER 2014 18x dimana biasanya di level itu pasar sudah mencapai puncak valuasi.

 Faktor domestik apa yang paling mempengaruhi pergerekan IHSG minggu depan?
• Dari segi domestik adalah sentiment positif dari kemenangan Jokowi Jk atas gugatan Prabowo di MK yang gagal. Ini membuat peralihan ke pemerintah baru lebih kondusif terutama dengan bersedianya pemerintah SBY membuka peluang untuk Jokowi JK mulai aktif dalam pemerintahan sebelum resmi menjadi presiden di Oktober dengan salah satu agenda membahas APBN 2015 setelah resmi diumumkan oleh MK sebagai pemenang.

 Sektor dan saham favorit apa ya menurut dedek?
• Saham perbankan perbankan dan konstruksi BUMN menjadi yang favorit dikoleksi untuk minggu depan. Dari sector perbankan BUMN, pasar mulai antisipasi potensi turunnya BI rate di 2015 bila masalah pelemahan rupiah dari import trade deficit dapat selesai bila pemerintah baru menaikan harga BBM (November paling cepat, maret paling lambat). Setidaknya ada kejelasan mengenai cara jelas mengurangi subsidi yang sudah 30% dari APBN.
• Untuk sector konstruksi, dana yang tadinya terpakai untuk subsidi BBM dapat dikembalikan ke proyek pembangunan bila ada pemotongan subsidi BBM.
• Untuk perbankan BUMN katalis tambahan dari rencana pemerintah untuk divestasi lagi melalui placement atau rights issue untuk modal tambahan expansi bisnis.

Potensi penguatan rupiah di mid 2014- 2015 = budget surplus belum terdiskon oleh pasar

Rupiah menguat – budget surplus di 2015?
• Secara historical setelah pemilu terjadi penguatan rupiah sebesar 10%-20% dalam kasus ini dari 12.000 berpotensi turun hingga 11.000 dan 10.000 dengan time frame 6-12 bulan kedepan
• Dengan kurs APBN 2015 dipatok di 11.900 bila terjadi penguatan ke 11.000 saja dalam 6-12 bulan kedepan dampaknya akan signifikan ke pengeluaran ABPN (10%)
• Ini dapat menurunkan beban harga import minyak dan bbm walaupun pasar lebih melihat bahwa surplus yang dihasilkan lebih berguna ke proyek pembangunan infrastructure. Dana yan tadinya terpakai buat nambal subsidi bisa diberikan lagi ke protek infra, apalagi bila harga BBM juga naik sehingga menambahkan dana
peralihan tersebut.

Saham dan sektor mana yang paling diuntungkan dari budget surplus bila rupiah menguat?
• Sektor konstruksi dan semen pemerintah akan menjadi beneficiary utama dari skenario diatas dimana kana ada peralihan dana kembali dari subsidi, ini adalah pilihan sahamnya dan target dua minggu kedepan.
• Konstruksi: PTPP (Rp.2.750), ADHI (Rp.3.400), WIKA
(Rp.3.100), WSKT (Rp.970), WTON (Rp.1.080)
• Semen: SMGR (Rp.17.400), INTP: (Rp.25.750), SMCB:
(Rp.3.250), SMBR (Rp.450)
by : Yanuar Wijanarko 21 Agustus 2014

No comments:

Post a Comment