Friday, November 15, 2013

TPS FOOD NAIKKAN HARGA JUAL 5 % TAHUN INI.


IQPlus, (17/04) - Emiten produsen makanan, PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berencana menaikkan harga jual barang-barang sembako (Basic Foods) miliknya sebesar 5% dalam waktu dekat ini. Kenaikkan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kenaikan harga BBM, TDL, Ongkos produksi dan naiknya Upah Pekerja.

Direktur Utama AISA, Stefanus Joko Mogoginta mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM akan berpengaruh pada kenaikan ongkos transport. Selain itu, kenaikan TDL, ongkos produksi serta Upah Pekerja juga menjadi pertimbangan Manajemen untuk menaikkan harga jual tersebut.

"Sebenarnya kita sudah memperhitungkan sejak lama karena melihat ongkos produksi yang bertambah dan kenaikkan upah pekerja. Kita juga telah melakukan efisiensi, namun menurut kami sekarang waktunya untuk menaikkan harga barang-barang sembako (basic Foods) sekitar 5% guna mempertahankan marjin kita," katanya di Jakarta, Kemarin.

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya membidik penjualan beras di 2013 mencapai Rp 2,8 triliun di tahun ini. Target tersebut akan ditopang dari pertumbuhan volume seiring ekspansi yang dilakukan Perseroan.

Dalam hal ini, Perseroan berencana mengoperasikan dua pabrik beras baru miliknya pada September 2013. Kedua pabrik tersebut dibangun di Jawa Tengah mulai tahun ini yang ditargetkan mampu memproduksi total 240 ribu ton beras per tahun.

"Kenaikkan harga jual itu seiring dengan beroperasinya 2 pabrik baru yang juga merupakan upaya kami untuk meraih pangsa pasar 5% beras nasional pada 2017. Sementara dalam 5 tahun kedepan, kami menginginkan bisa membangun 16 pabrik beras," tandasnya.

Lebih lanjut Ia menuturkan, bahwa kedua pabrik beras yang mulai beroperasi pada tahun ini akan melengkapi produksi dua pabrik beras yang berhasil diakuisisi pada 2011, yakni PT Jatisari Sri Rejeki dan PT Alam Makmur Sembada senilai total Rp 390 miliar.

Dengan adanya ekspansi usaha tersebut, Perseroan berani menargetkan penjualan di 2013 sebesar Rp 5 triliun. "Beras menjadi kontributor penjualan terbesar di tahun ini, yakni sebesar Rp 2,8 triliun, Foods sebesar Rp 2 triliun, dan sisanya Rp 200 miliar disumbang dari palm oil," jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk nilai export produknya pada tahun ini diperkirakan tumbuh dua kali lipat jika dibandingkan dengan tahun lalu menjadi Rp 200 miliar dari Rp 100 miliar.

"Untuk export tahun ini memang akan tumbuh dua kali lipat dibanding tahun lalu menjadi Rp 200 miliar. Banyaknya permintaan membuat kami merambah negara baru untuk dimasuki produk kita. Sebelumnya sudah ada Amerika Serikat (AS), Australia, dan yang baru adalah Eropa, karena banyak permintaan mie instan disana," ungkapnya. (end/as)

No comments:

Post a Comment