Saturday, January 21, 2012

Tanya jawab tentang industri benih kelapa sawit

Bagaimana kondisi bisnis benih sawit sekarang ini?

Situasi industri benih kelapa sawit dapat dikatakan berada dalam kondisi puncak. Hal dapat dilihat dengan tingginya permintaan akan benih kelapa sawit oleh pengusaha perkebunan (PTPN, swasta, dan perkebunan rakyat) baik untuk kebutuhan pengembangan maupun peremajaan.

Seberapa jauh pengaruh harga CPO yang makin tinggi terhadap harga benih dan permintaan benih?

Semakin membaiknya harga CPO, serta adanya kebijakan pemerintah untuk mendukung industri kelapa sawit melalui program revitalisasi perkebunan mendorong para pengusaha/pekebun untuk melakukan ekspansi, dan ini berdampak kepada tingginya permintaan benih kelapa sawit. Adapun kenaikan harga benih kelapa sawit yang terjadi di tahun 2008 ini tidak terkait langsung dengan kenaikan harga CPO. Kenaikan harga benih lebih ditujukan untuk menyeimbangkan dengan biaya produksi, serta untuk perbaikan kualitas sistem produksi, kualitas produk benih, serta peningkatan kualitas pelayanan bagi konsumen.

Berapa total kebutuhan benih sawit nasional sekarang ini? Seberapa besar kemampuan produksi benih dari produsen dalam negeri?

Bila mengacu kepada data laju pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia selama tiga tahun terakhir (sekitar 600.000 ha/tahun,) ditambah dengan kebutuhan peremajaan (sekitar 5% dari total luasan areal perkebunan yang ada – 6 juta ha, setara dengan 300.000 ha) maka permintaan riil-nya mencapai 180 juta butir kecambah (asumsi kebutuhan kecambah 200 butir/ha). Data dari Direktorat Perbenihan menyatakan bahwa permintaan kecambah saat ini telah mencapai 220 juta butir, sementara kapasitas produksi benih kelapa sawit dalam negeri (7 produsenbenih ) sebesar 150 juta butir. Adanya kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan sebesar 70 juta kecambah, kemungkinan akan dipenuhi melalui jalur impor benih kelapa sawit.

Berapa kemampuan produksi benih sawit dari PPKS? Sudah mampukah memenuhi permintaan pasar? Siapa saja yang membeli benih dari PPKS?

PPKS memiliki kapasitas produksi benih kelapa sawit sebesar 45 juta butir per tahun, sementara permintaan mencapai 59 juta butir. Terus terang saat ini PPKS kewalahan untuk melayani permintaan benih yang demikian tinggi. PPKS menyalurkan benih kepada perkebunan negara (PTPN), perkebunan swasta, perkebunan rakyat, juga kepada Dinas-dinas terkait (Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan), koperasi, dan juga untuk waralaba bibit.

Berapa varietas yang disediakan PPKS, dan varietas apa yang paling banyak diminta? Kapan mulai bisa dipanen TBS-nya dan berapa produktivitas CPO-nya per hektar dan sampai berapa umur ekonomisnya? Berapa harganya?

PPKS telah merilis varietas kelapa sawit sejak tahun1984-1985 sebanyak 8 varietas (DxP Dolok Sinumbah, DxP Bah Jambi, DxP Marihat, DxP La Me, DxP AVROS, DxP Yangambi, DxP Sungai Pancur 1(Dumpy) dan DxP Sungai Pancur 2), tahun 2002 sebanyak 2 varietas (DxP Simalungun dan DxP Langkat) dan yang terbaru tahun 2007 sebanyak 2 varietas (DxP PPKS 540 dan DxP PPKS 718). Varietas yang paling banyak diminta umumnya DxP Simalungun dan DxP Langkat, serta beberapa DxP lainnya, seoerti Dumpy dan Yangambi. Harga benih kelapa sawit saat ini Rp 4500 untuk DxP Simalungun, DxP Langkat, DxP SP 1 (Dumpy), DxP PPKS 540 dan DxP 718, dan Rp 4000 untuk DxP lainnya. Panen TBS dapat dilakukan mulai umur 28-30 bulan setelah tanam di lapang, dan umur ekonomis sampai 25 tahun. [Catatan : Per 1 Agustus 2008, harga kecambah PPKS telah disesuaikan, menjadi Rp 7000 dan Rp 6000 per butirnya]

Sepengetahuan kami, PPKS melakukan waralaba benih. Apa saja pertimbangannya? Bukankah ada kekhawatiran tentang ketidaksamaan kualitas benih yang diproduksi oleh pewaralaba? Bagaimana perjanjian bagi hasilnya (kalau kami boleh tahu)? Berapa jumlah produksi benih dari waralaba?

Secara definisi, waralaba adalah suatu bentuk kerjasama dimana pewaralaba (franchisor) memberikan ijin pada terwaralaba (franchisee) untuk menggunakan hak atas kekayaan intelektualnya, seperti nama, merek usaha dagang, produk dan jasa serta sistem operasi usahanya. PPKS sebagai franchsior melakukan tiga jenis waralaba benih, yakni

• Waralaba varietas berarti produsen benih (pemilik varietas, dalam hal ini PPKS) akan mereproduksi pohon induk hasil program pemuliaannya, dan melakukan kerjasama dengan pewaralaba. Dengan material induk tersebut franchisee akan dapat menghasilkan dan menyalurkan varietas kelapa sawit yang sama persis seperti yang dihasilkan oleh PPKS

• Waralaba benih berarti PPKS menyerahkan benih hasil persilangan terkontrol (umumnya pre heated seeds) untuk dikecambahkan/diproses di Seed Processing Unit milik terwaralaba.

• Waralaba bibit berarti produsen benih menyerahkan kecambah untuk dibibitkan oleh penerima waralaba mengikuti kaidah-kaidah yang ditentukan oleh produsen benih

Sebagai timbal baliknya, terwaralaba membayar suatu jumlah tertentu atas pemberian dan penggunaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki oleh pewaralaba dalam kurun waktu tertentu, yang kesemuanya diatur dalam nota kesepakatan kerjasama.

Waralaba benih dilakukan dengan tujuan untuk lebih memudahkan akses bagi petani/konsumen (di daerah-daerah remote umumnya) untuk mendapatkan benih/bibit kelapa sawit berkualitas. Secara kualitas, produk yang dihasilkan oleh sistem waralaba ini sama dengan yang dihasilkan oleh PPKS, karena adanya sistem pengawasan ketat dalam seleksi franchisee dan supervisi reguler dari PPKS dalam pelaksanaan waralaba tersebut. Hingga saat ini sudah lebih dari 3 juta kecambah disalurkan untuk memenuhi waralaba bibit.

Sampai kapan kira-kira bisnis benih sawit masih cerah?

Industri benih kelapa sawit dalam negeri masih akan terus berkembang sejalan dengan rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit. Menurut prediksi, luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia masih akan terus bertambah hingga mencapai luasan 10 juta ha pada 5-7 tahun ke depan. Dengan demikian, industri benih masih akan terus diperlukan untuk mendukung kebutuhan pengembangan tersebut, dan juga untuk mendukung kebutuhan peremajaan.

No comments:

Post a Comment