Wednesday, January 4, 2012

Jenis Klon karet unggul yang dianjurkan untuk sistem wanatani karet di daerah Sumatera

INTERNATIONAL CENTRE FOR
RESEARCH IN AGROFORESTRY
SEA Regional Research Program
PO Box 161, Bogor 16001
Tel: 62 251 625415; fax: 62 251 625416
Email: icraf-indonesia@cgiar.org
Website: http://www.icraf.cgiar.org/sea
Jenis Klon karet unggul yang dianjurkan untuk sistem wanatani karet di daerah Sumatera
dan Kalimantan adalah PB 260, RRIC 100, BPM 1 dan RRIM 600. Selain itu, BPM 24 dapat
digunakan juga di Jambi. Semua jenis klon karet tersebut memberikan hasil yang baik,
pertumbuhan batang yang cepat, dan dapat diadaptasikan ke dalam kondisi perkebunan
rakyat, yang kondisi pengelolaannya tidak sebaik perkebunan. Semua jenis klon tersebut
memunyai daya tahan yang tinggi terhadap penyakit daun Colletotrichum (kecuali BPM 24)
dan toleran terhadap penyadapan yang kasar.
1. Jenis klon karet pilihan
Klon pilihan mempunyai berberapa sifat:
a. Pertumbuhan
· Pertumbuhan sangat baik, dan mulai bisa disadap pada umur 5 tahun
· Mempunyai kemampuan untuk bersaing dengan pertumbuhan semak belukar di
lingkungan RAS 1.
· Kemampuan untuk tumbuh sangat kuat termasuk diantaranya di lingkungan padang
ilalang
· Mempunyai keseimbangan dalam hal percabangan yang berguna untuk ketahanan atas
kerusakan oleh angin yang kuat
b. Produksi
· Mempunyai produksi getah yang tinggi
· Ketahanan terhadap cara penyadapan yang tidak sesuai dengan ketentuan (misalnya
frekuensi penyadapan terlalu intensif, cara penyadapan yang kasar, luka kulit, dan lain
sebagainya)
· Mempunyai toleransi yang baik terhadap luka kayu
· Ketebalan kulit sedang dan regenerasi kulit yang cepat
· Mempunyai ketahanan terhadap penyakit di bidang sadap, seperti penyakit phytopthora
(atau garis hitam)
· Bisa beradaptasi dengan sistem penyadapan D2, yang biasa dilakukan di perkebunan
rakyat
· Kemungkinan penyadapan dengan sistem D3 atau D4 dapat dirangsang.
Foto 1. Kebun entres desa -
Klon RRIC 100.
Foto 2. Pembibitan karet -
bibit untuk batang bawah.
Disiapkan oleh Dominique Boutin.
Dukungan penelitian diperoleh dari
CIRAD (Perancis).
Penyempurnaan isi oleh Edi Purwanto.
Tata letak oleh T Atikah, DN Rini.
Berbagai klon
karet pilihan
untuk sistem
wanatani
November 2001
Lembar Informasi
c. Ketahanan terhadap penyakit
Semua klon terpilih mempunai ketahanan terhadap
penyakit daun (Colletotrichum) tetapi tidak mempunyai
ketahanan khusus terhadap penyakit akar putih. Untuk
penyakit itu belum ditemukan jenis karet (klon atau asal biji
yang resisten). Penyakit akar putih biasanya diobati dengan
Bayfidan atau Bayleton, dan penyakit jamur umpas diobati
dengan Calixin.
2. Memproduksi bibit karet okulasi
Bibit karet okulasi didapatkan dengan cara menempel
mata-pucuk dari batang entres ke bibit karet batang
bawah. (biasanya asalnya dari persemaian biji GT1). Petani
harus mengetahui tipe bahan tanaman (nama klon dan
keasliannya: sumber batang entres) untuk mendapatkan
bahan tanaman yang terjamin kualitasnya.
Batang entres dapat diperoleh dari kebun entres dari
Dinas Perkebunan. Kemurnian klon sering bermasalah
dalam hal keasliannya, oleh karena itu hanya kebun entres
yang terjamin kemurniannya dan kualitasnya yang dapat
dipergunakan.
3. Mengolah pembibitan karet
Jika petani membeli bibit stump mata tidur, yang paling baik
adalah menamam semua bibit dalam poly-bag yang diatur di
tempat pembibitan kecil dan disiram setiap hari.
Pertumbuhan tunas harus diawasi untuk menghindari
pertumbuhan tunas liar yang tumbuh dari batang bawah.
Penanaman bibit karet bisa dilaksanakan setelah bibit karet
sudah mendapat 2 payung dengan daun yang sudah
matang.
Bila petani ingin memproduksikan sendiri bibit karet
okulasi, mereka perlu dari awal menyiapkan pembibitan
batang bawah yang berasal dari persemaian biji GT1 yang
dibeli atau didapatkan sendiri. Okulasi karet dilakukan pada
musim kering setelah bibit karet sudah tumbuh baik,
biasanya pada umur bibit 12 bulan. Batang kayu entres
harus didapatkan dari sumber terpercaya (kebun dimana
kemurnian klon sudah dijamin). Jika menggunakan
beberapa jenis klon, sangat dianjurkan untuk memisahkan
blok pembibitan berdasarkan jenis klon.
Bibit stump mata tidur ditanam di poly-bag sampai
tumbuh 2 payung daun. Mengingat bahwa penanaman
dapat dilakukan pada umumnya di awal musim hujan (yaitu
pada Oktober), stump sudah harus dipindahkan ke poly-bag
pada awal bulan Juli.
KLON KEUNGGULAN KEKURANGAN
PB 260 Pertumbuhan sangat baik, berproduksi tinggi,
sangat baik untuk naungan ketika besar,
bertahan lama terhadap Colletotrichum.
Tidak selalu memerlukan obat perangsang.
Cocok di sadap oleh pola D3 atau D4 bila
ingin menghemat tenaga kerja
Lemah terhadap Corynespora dan
penyakit bidang sadap. Klon ini
lebih cocok dengan pola sadap
D3 atau D4 yang tidak biasa
dilakukan di perkebunan rakyat.
Sangat peka terhadap penyadapan
yang berlebihan.
RRIC 100 Pertumbuhan sangat baik, berproduksi tinggi,
sangat baik untuk naungan, cukup tahan
terhadap penyakit daun Colletotrichum dan
Corynespora. Dapat berproduksi baik dengan
pola sadap D2 dan tidak perlu dirangsang
Kurang bertahan terhadap
penyakit Phytophthora dan jamur
upas. Bertajuk berat, sehingga
peka terhadap angin.
RRIM 600 Pertumbuhan sedang, berproduksi tinggi.
Jenis ini ditanam di Thailand secara luas.
Tahan terhadap Colletorichum
Peka terhadap kerusakan oleh
angin. Peka terhadap penyakit
daun oidium
BPM 24 Pertumbuhan yang baik, berproduksi tinggi
Toleran terhadap Corynespora.
Produksi baik dengan pola sadap D2.
Peka terhadap penyakit daun
Colletotrichum.
BPM 1 Pertumbuhan sangat baik, berproduksi
sangat tinggi
Kapasitas naungan baik
Toleran terhadap Colletotrichum dan
Corynespora.
Produksi baik dengan pola sadap D2.
Relatif peka terhadap Phytophtora.
Peka terhadap oidium.
Belum ditanam secara luas.
Tabel 1. Sifat-sifat pokok dari klon karet yang cocok untuk sistem wanatani.

sumber http://www.worldagroforestrycentre.org/sea/Publications/files/leaflet/LE0005-04.PDF

No comments:

Post a Comment