Tuesday, September 13, 2011

Gado Gado Rabu, 14 September 2011

Harga minyak dunia kembali mendekati 90 usd.

Selam Gado gado,
IHSG ditutup pada level 3874.783, turun 21.336 (-0.55%), sebanyak 3.3 trilyun, dimana asing net sell sebesar 591 milyard.

Dow : 11,105.85 +44.73 +0.40%
Nasdaq : 2,532.15 +37.06 +1.49%
Nikel : 21300 21500 -200
Timah : 23535 23685 +160
CPO : RM3019 ▼51 ▼-1.66% US $987
OIL : 89.83 +1.64 +1.86%
GOLD : 1,834.10 +24.20 +1.34%

Tip trading buat hari ini, tanggal 14 September 2011 :
1. Kemarin IHSG menjelang sore ditutup di zona merah, dikarenakan Dow fut yang merah tebal, namun ternyata subuh ini dow Jones diututp naik 0.40%, sehingga masih diatas 11.000, namun investor masih nampak belum merasa yakin dan kondusif dengan kondisi global.
2. Hal yang memperburuk situasi IHSG adalah karena asing melakukan net sell sebesar 591 milyard.
3. Beberapa saham nampak mulai mendekati support, oleh karena itu sebelum membeli saham, sebaiknya diperiksa dulu chartnya, agar tidak turun tidak terlalu dalam lagi.
4. Saya masih condong wait and see, sebelum da trigger yang memicu naik terutama adalah trigger asing.
5. Harga Emas kali ini mulai sejalan dengan Dow Jones, rupakan harga EMAS testing support pada level 1800, namun ternyata kuat dan mantul kembali sampai ke level tertingginya dilevel 1843 setelah dibawa turun ke level terendah 1794.
6. Harga minyak dunia kembali mendekati level 90 usd, diharapkan saham coal kali ini bisa menjadikan trigger buat IHSG untuk melaju.
7. Asing masih net sell pada saham-saham Blue chips, yaitu BBRI, BMRI, INDF, UNTR, TLKM, HRUM, ASII, ADRO, BUMI, INDY, PTBA, BBCA, GGRM.
8. Sedangkan asing net buy hanya relative kecil, diantaranya adalah saham ASRI, INCO, IMAS, BIPI, KLBF.
9. Mari kita tetap tenang dan menyimak pasar dengan hati-hati, karena IHSG masih tidak akan bermain jauh kemana alias jalan ditempat, kecuali saham-saham blue chips sudah mulai bergerak, bila masih stagnan, maka IHSG akan dimeriahkan oleh saham-saham kecil saja.
10. Namun jika IHSG tidak anomali, seharus'nya IHSG berpeluang naik kembali, karena harga minyak dunia mendekati 90 usd, namun kenaikan dow jones yang tipis-tipis menyebabkan investor tidak yakin kenaikan IHSG.

TMPI :
SAYA PERNAH POSTING SAHAM INI, JUMAT YANG LALU,
DENGAN TIDAK MERUBAH CHART DAN ISI TULISAN SAYA POSTINGKAN KEMBALI.
Volume selama 3 hari ini makin menaik
Harga sudah naik sekitar 20%.
namun masih memberikan peluang kenaikan hingga 150.
bahkan jika tembus 150 berpeluang menuju 176.
syaratnya main saham ini tentunya harus hati-hati sekali.
Saham ini mempunyai reputasi dari 100an ke 4000an dan jatuh ke 2000an dalam waktu 1 hari.
Banyak yang kaya raya di saham ini.
dan banyak yang jatuh miskin juga, termasuk salah satu teman broker saya. hehe..
Secara TA bagus sekali, karena MA5 menembus MA20. MA50 dan akan menembus MA200.
S : 130.. 122, R : 142... 150.

http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/09/foto-hot-put1ng-citra-yunita-nyelip.html

Rupiah dikabarkan melemah drastis, dan di pasaran sampai ada 8900... tanda2 tidak sehat capital outflow... apakah terjadi repratiasisai dollar karena tidak ada Q3 dan persiapan default Yunani?

Asian stocks fell, with the regional benchmark index set for its lowest in more than a year, after the Chinese premier said economies “must put their own houses in order” and not rely on bailouts from China.

rupiah gejolak dikarenakan BI menurunkan batas bawah fasilitas deposit 100bps menjd 5.75%

Deutsche Bank: New BI regulation heralds as positive for domestic banks Subject: Deutsche Bank: New BI regulation heralds as positive for domestic banks Plans to regulate export monies and forex borrowing could be positivefor domestic banks Soon the central bank ('BI') will require monies obtained from exports to berepatriated. In addition, BI is also putting limits on FX denominated debtsissued by indonesian corporations. The proposals are aimed at "strengthening"the country's forex reserves which is so far standing at US$125bn,providing support for rupiah stability ‐ hence reducing risks of capital reversals. We view that the new regulation should be positive for the Indonesianbanking sector. Not only that this will support the already ample liqudity inthe system

No comments:

Post a Comment