Thursday, September 8, 2011

Gado Gado Jumat, 9 September 2011

Salam Gado Gado,

IHSG ditutup pada level 4005.390, naik 3.957 points (+0.10%), dengan total value transaksi sebesar 5.8 trilyun, dimana asing net buy sebesar 545.5 milyard.

Dow : 11,295.81 -119.05 -1.04%
Nasdaq : 2,529.14 -19.80 -0.78%
Nikel : 21840 22040 +165
Timah : 24440 24590 +140
CPO : RM3023 ▼19 ▼-0.62% US $1010
OIL : 88.65 -0.69 -0.77%
GOLD : 1,866.10 +54.40 +3.00%

Tip trading buat hari Jumat, tanggal 9 September 2011 :
1. Dow Jones subuh ini ditutup turun sekitar 1% kembali, harga minyak dunia turun dibawah 90 usd, yaitu sekitar 88 usd, harga gold naik kembali sekitar 3%, ke level mendekati 1900 kembali yaitu sekitar level 1870 kembali.
2. Inilah kondisi yang sering patut kita cermati melihat gerakan harga minyak dan emas serta dow fut untuk menjadi patokan kemana arah market kita.
3. Kemarin BI-rate tetap pada level 6.75%/tahun, sehingga Asing kembali masuk pada sector banking, terutama BMRI dan BBRI.
4. Asing membukukan net buy sebesar 545 milyard, namun tidak berhasil menaikan IHSG, karena aksi profit taking dari para trader local untuk mengecilkan resiko pada hari Jumat ini, disamping IHSG berhadapan dengan resist kuat pada level 4020.
5. Harga minyak kembali turun, sehingga kemarin saham coal hampir tertekan semua, sedangkan saham banking terangkat karena adanya BI rate, sehingga hari ini kemungkinan IHSG hanya akan bertahan oleh saham Banking dan Astra group, sedangkan berat untuk saham coal untuk naik hari Jumat ini.
6. Bila saham kembali turun besar-besaran, maka tetap saham pilihan jangan lepas dari Astra group terutama ASII, UNTR, untuk banking BBRI dan BMRI, serta untuk consumer INDF, GGRM, karena saham itulah yang terlihat asing mengumpulkan dan yang menjadi tulang punggung IHSG.

Hari ini saya mencoba menampilkan 2 buat chart saham yang belum lama listing namun bagus secara FA yaitu SIMP dan ICBP, dan saham gorengan TMPI yang pernah menggegerkan bursa IHSG kelevel 4600, dan dalam sehari turun ke 2600, TMPI tidak susah naik kembali ke level 200, namun berat naik diatas 500 karena investor dan trader saat ini sudah pandai-pandai.

SIMP :
Valuasi FA saham ini masih murah
Sehingga saham ini mudah naik ketika turun.
hampir berhasil tutup gap dilevel 1340-1350
bila turun kesempatan ambil lagi saham ini.
S : 1310... 1300, R : 1360... 1380.


ICBP :
Saham ini bottom reversal.
Rebound sampai fibo 38,2% pada level 5350,
Sehingga berpeluang menuju fibo 50%, pada level 5450.
Stochastic Golden cross.
MA200 nampak menjaga saham ini.
S : 5150... 5100, R : 5450... 5500.

LPCK :
Setelah saham ini di suspend beberapa hari, maka
begitu dibuka terjadi aksi profit taking sehingga turun ke level terendah 1940.
Tentu saja ini untuk menurunkan penumpang gelap.
Karena asing masih memburu saham ini.
Rupanya bandar tidak mau berlama-lama dan tidak menghendaki turun dibawah 2000.
Saat ini selangkah lagi LPCK menju level 2400 kembali.
Mampukah LPCK naik diatas 2400 ?
Sacara TA, saham ini masih katagori strong up trend.
Perhatikan jarak garis MA5, MA20, MA50, MA200 berjauhan.
Stochastic kembali golden cross.
S : 2175... 2050, R : 2400... 2500.


KIJA :
Close>MA5>MA20>MA50>MA200.
Stocahstic golden cross.
MACD hampir golden cross.
akan kembali mencoba tembus diatas 200.
Saham ini strong bullish terlihat dari jarak MA yang berjauhan.
S : 193.. 190, R : 200... 205... 210.


TMPI :
Volume selama 3 hari ini makin menaik
Harga sudah naik sekitar 20%.
namun masih memberikan peluang kenaikan hingga 150.
bahkan jika tembus 150 berpeluang menuju 176.
syaratnya main saham ini tentunya harus hati-hati sekali.
Saham ini mempunyai reputasi dari 100an ke 4000an dan jatuh ke 2000an dalam waktu 1 hari.
Banyak yang kaya raya di saham ini.
dan banyak yang jatuh miskin juga, termasuk salah satu teman broker saya. hehe..
Secara TA bagus sekali, karena MA5 menembus MA20. MA50 dan akan menembus MA200.
S : 130.. 122, R : 142... 150.

Indosat Said to Draw Three Bidders in Sale of 4,000 Cell Towers
2011-09-09 01:53:20.715 GMT


By Joyce Koh and Cathy Chan
Sept. 9 (Bloomberg) -- PT Indosat, Indonesia’s second-
largest mobile phone carrier, plans to sell about 4,000 cellular
towers and has drawn interest from PT Tower Bersama
Infrastructure, PT Solusi Tunas Pratama and PT Sarana Menara
Nusantara, three people with knowledge of the matter said.
The sale may raise about $500 million, two people said,
declining to be identified as the process is private. Jakarta-
based Indosat may pick a preferred bidder for the towers as soon
as in two weeks, one of the people said.

No comments:

Post a Comment