Thursday, September 15, 2011

Gado Gado Jumat, 16 September 2011

Hari ini bila Market Tidak Naik Berarti Anomali

Salam Gado Gado,
IHSG ditutup pada level 3774.334, turun 24.703 points (-0.65%), dengan total transaksi sebesar 5.2 trilyun dimana asing net sell sebesar 1.7 trilyun rupiah.

Dow : 11,433.18 +186.45 +1.66%
Nasdaq : 2,607.07 +34.52 +1.34%
Nikel : 21715 21915 +440
Timah : 23405 23555 +80
CPO : RM3078 ▲13 ▲0.42% US $996
OIL : 89.24 -0.16 -0.18%
GOLD : 1,778.20 -45.30 -2.48%

Berikut Tabel Merket Detailnya:


Tip trading buat hari Jumat, tanggal 15 September 2011 :
1. Kemarin IHSG sempat terpuruk tembus pada level 3710, atau turun 89 point (-2.3%), sehingga menjebolkan MA200, namun menjelang sore akhirnya naik kembali dan tutup di level 3774 (diatas MA200 saat ini pada level 3734).
2. Derasnya asing menjual saham dan melemahnya Rupiah terhadap Usd masih belum kondusif.
3. Dow subuh ini ditutup naik 1,6%, harga emas longsor dibawah 1800 usd, atau tepatnya pada level 1788, harga minyak dunia masih dibawah 90 usd.
4. Kondisi belum kondusif, hanya kemungkinan tehnikal rebound bisa-bisa saja, karena kalau turun terus menerus, asing juga akan susah men jual sahamnya, tetapi untuk dikatakan aman, belum bisa sepanjang asing masih agresif menjual dan Rupiah melemah terhadap usd.
5. Saham BUMI masih dijaga pada level 2575, kalau saham BUMI dihancurkan, maka tentu saja market akan semakin panic.
6. Bila hari ini IHSG tidak anomaly kembali, seharusnya membuka peluang IHSG untuk tehnikal rebound, namun kita lihat market saja, bila masih terjadi anomaly berarti semakin jelas ada sesuatu yang belum beres pada market kita.
7. Patokan tetap bercermin kepada saham ASII, B BRI dan BMRI, kemarin saham astra group terutama ASII belum memberikan signal untuk reversal.
8. Buat saham hiburan adalah TMPI dan MYOH.
9. Sekali lagi, waspadi market IHSG bila saham BUM I dihancurkan, berarti kemungkinan terburuk akan makin terjadi, bukan untuk menakui-nakuti, namun hanya mengingatkan saja, karena saya juga lagi menata portofolio saya kembali, untuk saya simpat buat panen nanti dibulan Desember 2011 atau januari 2012. Semoga Tuhan memberkati. Amien.


BBCA :
Saham ini tetap leader dalam sektor banking.
MA200 berada masih jauh dibawah.
MA5, MA20, MA50 berdekatan.
Tekanan turun sampai level 7500 dan rebound kembali hingga 7900.
Close > Open.
Hingga candle berbentuk hammer.
Hari ini jika IHSG tehnikal rebound memberikan peluang untuk naik hingga level 8000an kembali.
S : 7700... 7550, R : 8050... 8100.
Level terendah berada pada level 7250.

CMNP :
Saham ini masih katagori strong up trend.
Lihat jarak garis MA5, MA20, MA50, MA200 berjauhan.
Close>MA5>MA20>MA50>MA200.
Bottom pada saat ini berada pada level 1560.
S : 1620... 1600, R : 1700... 1720.
Batasi resiko pada level 1600.

ASRI :
Menanti break out dari level 450
Saham ini turun relatif kecil.
Gejala akan naik terlihat beberapa hari yang lalu,
namun tertunda oleh kondisi 2 hari terakhir.
Bolinger band semakin menyempit.
Close>MA5>MA20>MA50>MA200.
Still perfect bullish.
S : 420... 410, R : 430... 440.

TMPI ok

"I can see clearly now..." kini jelas sudah latar belakang jatuhnya rupiah, yang bukan karena soal turunnya batas bawah suku bunga deposit facility BI, indikasi turunnya BI Rate, tidak juga karena kewajiban repatriasi dollar hasil ekspor. Tapi ini soal kesulitan likuiditas yang mulai melanda perbankan Eropa. Gelagat ini sebenarnya sudah tercium sejak SocGen dan BNP Paribas diisukan mengalami kesulitan memperoleh funding dollar beberapa hari lalu. Namun karena hal tersebut telah dibantah dan rupiah masih kokoh, kemudian pada saat yang bersamaan muncul beleid baru dari Bank Indonesia, maka yang muncul adalah kesimpangsiuran. Ini berarti pula bahwa memang tidak ada persoalan dengan domestik Indonesia. Foreigners menjual saham karena terpaksa.
Disebuah artikel disebutkan bahwa asing menarik balik dollar di semua emerging market. Namun lebih terasa pengaruhnya saat mereka menarik keluar dari Indonesia, karena sebelumnya mereka banyak menanam dollar disini. Krisis likuiditas dollar di Eropa yang mirip dengan 'credit crunch' 2008 ini, telah memperoleh pertolongan pertama dari koordinasi lima bank sentral dunia, yaitu ECB, The Fed, BoE, BoJ dan SNB. Perbankan Eropa kini dapat meminjam dollar tanpa batas selama tiga bulan, dari sebelumnya hanya satu minggu saja.
Saat sebuah bank dikabarkan terancam menderita kerugian besar, bank lainnya enggan meminjamkan dollar karena khawatir macet. Bank kemudian berhenti memberikan pinjaman ke pebisnis, terjadilah 'funding squeeze', 'credit freeze', 'credit crunch' atau istilah lain yang banyak
Untuk sementara hal ini masih dapat dihindari dengan langkah cepat bank sentral global. Namun banyak yang meyakini bahwa jika Yunani akhirnya default, persoalan credit ini akan mencuat kembali.

http://www.bloomberg.com/news/2011-09-15/indonesia-preparing-for-possible-fiscal-stimulus-next-year.html

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete