Monday, August 8, 2011

Gado Gado Selasa, 9 Agustus 2011

Dow semakin terpuruk :

Salam winner,
IHSG ditutup pada level 3850.266, turun 71.377 points (-.182%), dengan total value sebesar 9.4 trilyun, dimana asing net sell sebesar 1.1 trilyun rupiah.

Dow : 10,809.85 -634.76 -5.55%
Nasdaq : 2,357.69 -174.72 -6.90%
Nikel : 21385 21585 -1020
Timah : 22650 22850 -1600
CPO : RM2994 ▼57 ▼-1.87% US $991
OIL : 81.08 -0.23 -0.28%

Dow :
Subuh ini turun 5,5%.
Penurunan rally sudahkah akan mencpai bottomnya.
Kalau melihat pola head and houlder'
Semoga targetnya segera tercapai pada level 10.545.
Sejak 3 hari yang lalu Dow sudah confirm bearish buat jangka panjang.
Kenaikan hanya sekedar tehnikal rebound saja..
Kecuali bisa naik kembali diatas level 12.000


Dow -634 poin. Tapi belum ada indikasi indeks mencapai titik nadirnya. Kenapa? Karena persoalannya bukan lagi downgrade rating yang kontroversial, tapi pasar kini makin khawatir ekonomi global benar-benar akan kembali ke jurang resesi. Dan jika itu terjadi, dunia sudah tidak punya sumber daya lagi untuk memberi insentif atau stimulus atau apapun namanya. Malah, negara-negara yang tengah bermasalah ini justru harus banyak berhemat. Kurang berhemat, ganjarannya rating makin di-downgrade. Itulah mengapa segala bentuk lips service dari pemimpin G7 atau G20 untuk meng-counter aksi S&P tidak memperoleh respon yang positif.

Malam nanti ada FOMC meeting, namun tidak banyak lagi yang bisa diharapkan dari The Fed. Beberapa yang diduga akan dilakukan The Fed adalah menukar surat berharga jangka pendek menjadi jangka panjang dan menurunkan bunga 0,25% yang diberikan kepada dana yang diparkir di bank sentral. Itu saja jelas tidak cukup. Pemerintahan Amerika dan Eropa harus melakukan sesuatu yang lain, mungkin yang belum pernah dilakukan sebelumnya, sesuatu yang berbeda, kontroversial kalau perlu, untuk mencegah resesi.
(Disclaimer On) (By: Krishna DS)

Fundamentally:
CIMB mempertahankan rating JCI pada OVERWEIGHT masih dengan target index 4370 atau 14.4x FY12 earnings. Indonesia risk perception masih terkendali apabila melihat kondisi Rupiah, obligasi dan CDS. Dengan inflasi Jul11 yang relatif rendah, sepertinya kondisi makro masih cukup baik. Porsi export to GDP 11% pada 2Q11 seharusnya lebih terinsulasi oleh global trade. Earning revision akan terjadi dalam beberapa minggu kedepan, bulan Aug biasanya memang lambat. Sektor yang akan turun paling dalam adalah komoditas, small caps juga akan lebih parah. Blue chips sepertinya lebih bertahan, meskipun sudah turun 10-15%. Top picks kami adalah ASII, ASRI, BBKP, BBTN, BMRI, CTRA, GGRM, HRUM, INDF, MYOR

If you have equity portfolios in Indonesian market and late for redemption just because you believe that all foreign funds from the US and European markets, which are currently engulfed by the turmoil and massive sell-off, may inundate the Indonesian market, you can complain it to several government officials.
Prior the US market turmoil last week, marked by a steep plunge of Dow Jones Industrial Average and S&P 500 Index, several Indonesian government officials made misleading statements to the press.
I still remember that two of the government top level officials said foreign fund will overwhelm the Indonesian financial markets soon after the crisis hit European and the US markets. Is it true?

Theoretically, it might be correct. But, no one knows how long the funds will inflow to the Indonesian financial markets, a month, 3 months, or 6 months after the crisis, no one knows.
The problem is those statements have improved confident of the government without doing better actions rather than just making regulations and moral suasion.
The funny thing is when I heard that a top level government official said the foreign fund flow keeps staying in Indonesian markets, no disruption at all. I thing that is ridiculous statement!. Everyone in the markets knows that US$277 million foreign funds went out from Indonesian equity market just in 2 days consecutive steep plunges.

As of yesterday, foreign funds flow in the Indonesian equity market was US$2.39 billion, the highest compared to that in Thailand, Philippine, Vietnam.
The two consecutive days drop in Jakarta Composite Index hasn't too influence foreign fund in the government debt securities. The prolonged rallies of the government debts have boosted the prices, making them looks so expensive. But, yesterday saw the first correction.
Foreign fund in the Indonesian equity market is too small compared to the foreign fund in the Indonesian debt securities which reached Rp249.62 trillion, counting 35.72% of the total debt outstanding of Rp698.99 trillion.

So, if the government debt market starts facing the sell-off today, you should prepare yourself as Indonesian foreign reserves is about US$122 billion
Last message received on 8/9/2011 at 9:52 AM

DJ BFI Finance Started At Buy; Target IDR9500 By Deutsche Bank


Market outlook
A few questions on the market decline - by Erwan Teguh
(OUTPERFORM - Maintained, JCI 3,850- Tgt. 4,370)
Pricing in growth slowdown is chief reason for sharp market corrections, our regional strategist believes. While the currency and bond markets have held up, therefore containing volatility to the stock market, outflow in the bond marker has historically caused widespread effect, potentially leading to liquidity squeeze and adversely affecting growth. This has not transpired this time, unlike in late 2008. While growth risk nevertheless exists, ie mostly in the commodity space, this arguably offset by subsiding risk from lower oil price. JCI has lost some 8% from peak, testing its 50MA support,

ada penurunan rating lagi di Perancis

Sebagian pelaku pasar regional, bukan hanya lokal, berspekulasi, sekaligus berarti 'price-in' apa yang akan disampaikan Bernanke pasca FOMC meeting malam nanti.


Hal yang perlu diperhatikan, apakah Bernanke akan menggunakan forum FOMC nanti malam untuk menyampaikan ide pengelolaan anggaran Bank Sentral dalam menopang perekonomian AS, atau Bernanke akan menunggu hingga momen Jackson Hole Speech pada 26 Agustus nanti.


Hal lain, di mana pasar berspekulasi adalah apakah benar akan ada QE3, dan jika ada, apakah sama dengan QE1/QE2?


Spekulasi QE3 dengan asumsi QE2 inilah yang telah mendorong indeks saham Australia sebagai indeks yang pertama kali 'relief rally' positif hari ini mengingat resources base-related-nya. QE identik dengan .....

Spekulasi QE3 dengan asumsi QE2 inilah yang telah mendorong indeks saham Australia sebagai indeks yang pertama kali 'relief rally' positif hari ini mengingat resources base-related-nya. QE identik dengan peningkatan harga komoditas sebagai utilisasi dana yang digelontorkan.


Akan tetapi, jangan lupa, jika pelaku pasar berspekulasi, which is 'price-in', antisipasi pernyataan Bernanke already malam nanti, selalu ingat pepatah tentang pidato Bernanke dan/atau Obama: "Bernanke speaks and stocks fall". Kami pernah mengupas hal ini dalam post 12 Juli lalu (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/125330). Satu pertanyaan bagi Anda yang berspekulasi, "Bernanke, bisa apa lagi sekarang?"

Satu hal penting lainnya sekaligus pertanyaan tambahan bagi para spekulator, adalah untuk memahami tekanan global saat ini dan bagaimana kans/potensi perekonomian dunia untuk dapat mengatasinya. Jangan lupa jagoan 2009 yang telah menyelamatkan dunia dari resesi. Tanyakan, "Cina, bisa apa lagi sekarang?"


No comments:

Post a Comment